Menanggapi Fenomena Adu Nasib

Setiap orang pasti punya masalah masing-masing ya. Dan salah satu cara agar mengurangi beban pikiran akibat masalah tersebut adalah dengan curhat atau bercerita kepada orang-orang yang cukup dekat dengan kita.

Namun, banyak yang mengalami ketika dia bercerita tentang masalahnya, tidak mendapat respon cukup baik berupa saran solusi atau sekedar kata-kata penyemangat untuk menghadapi masalah tersebut. Melainkan, malah diajak adu nasib.

Seperti fenomena yang terkenal di jagat maya akhir-akhir ini, terutama di kalangan anak muda yang pandai membuat istilah gaul seperti “Fenomena Adu Nasib” yang bikin kita batal curhat dan kesal!

Seperti apa itu adu nasib?

Saya jelaskan sedikit, istilah yang memang lucu ini saat didengar, bahkan sudah banyak dibuat menjadi meme.

Misalnya, kita curhat soal hubungan sama orang tua yang kurang baik.

A : “Bro, gua kesel banget dah, akhir-akhir ini sering dimarahin sama ibu gua. Pusing banget gua!”

Belum habis kita ngomong, eh si B orang yang kita ajak curhat ini, malah menjawab gini :

B : “Lu masih mending dimarahin doang. Gua lebih parah bro, disambit pake sendal ama golok sama bapak gua!”

Nah, kan?

Bukannya dikasih solusi atau saran atau semangat kek, malah dibalas sama cerita hidup dia yang pilu juga.

Khan gak enak?

Sebenarnya, orang yang kita ajak curhat juga gak sepenuhnya salah. Sebaliknya, kembali ke diri kita.

Untuk bercerita atau curhat tentang masalah hidup, seharusnya kita mencari orang yang tepat.

Gimana maksudnya?

Gini, harusnya kita itu cerita ke orang yang dipastikan lagi happy dan baik-baik saja, pastikan orang yang kita ajak curhat bukan orang yang juga lagi ada masalah.

Karena, sepengalaman pribadi saya, tidak enak sekali rasanya, ketika saya memang lagi susah, lagi pusing, terus ada yang curhat ke saya tentang masalahnya. Sumpah, itu gak enak.

Karena, jangankan ngasih solusi buat masalah orang, sementara masalah saya sendiri aja, udah bikin saya jengkel dan badmood. Ini lagi ditambah dengar keluhan orang lain tentang masalahnya, jadi dobel pusingnya.

Jadi, bukannya saya kasih solusi, malah saya ajak adu nasib tuh orang.

Beneran deh, bukannya gak mau bantu masalah orang lain, kalau kita sendiri lagi bermasalah. Susah.

Pasti banyak yang sering ngalamin kayak gini juga. Yakin.

Saran sih, kalau mau curhat cari orang yang tepat. Jangan yang lagi punya masalah juga, apalagi curhat ke orang yang mulutnya “Ember Bocor” tau kan?

Curhatlah ke orang yang dipercaya tapi ketika dia sedang baik-baik saja, ke orang yang peduli kepada kita, lebih disarankan. Misalnya teman, atau ke ibu, kakak, adik yang biasanya orang-orang paling dekat dengan kita.

Terima kasih!

Mengasah Kemampuan Listening dan Speaking Dalam Bahasa Inggris

Foto : Amazon.com

Buat teman-teman yang suka dengan bahasa Inggris, tapi sampai saat ini gak lancar-lancar atau gak bisa cas-cis-cus gitu, mari kita berjabat tangan. Kita sama hehehe…

Dari SD sampai sekarang umur 21 tahun, saya tetap gak bisa lancar bahasa inggris. Padahal, ketika di sekolah, ini adalah salah satu mata pelajaran favorit saya dan lumayan dapat nilai bagus kalau mengerjakan soal. Mungkin juga karena jarang belajar ya.

Menurut saya, sesi paling sulit dalam belajar bahasa Inggris adalah sesi listening dan speaking. Beneran ini asli susah.

Meskipun alpabet bahasa inggris itu sama dengan kita, yaitu A, B, C dan seterusnya, namun kita juga tahu bahwa cara pengucapannya sangat berbeda :

A jadi ei
B jadi bi
C jadi si

Otomatis ketika bicara atau mengucapkan kata dalam bahasa inggris, lidah terasa seperti keseleo, cadel. Apalagi kalau pengucapannya cepat, makin pusing…

Pas dibandingkan dengan bahasa Jepang, kalau dalam sesi speaking lebih mudah, daripada bahasa Inggris. Lebih mudah diucapkan. Mudah dalam catatan, bahasa Jepangnya dibaca dengan huruf alpabet ya, bukan huruf kanji.

Lalu sesi listening. Ini yang paling suusah banget. Dicoba dengar lagu favorit berbahasa inggris, tebak lirik :

Kedengarannya sih kayak flash. Eh, tarnyata pas liat lirik salah, malah splash. Sedangkan keduanya punya arti berbeda. Flash itu kilasan cahaya, sedangkan splash artinya guyuran/percikan. Jauh banget kan?

Terus ketika mendengar kata seperti choose, saya kira benar ternyata salah. Malah twos.

Dan meskipun mereka itu memiliki arti berbeda, tetapi ketika diucapkan, hampir sama kedengarannya.

Asli ini bikin pusing. Jadi sering salah dengar. Apalagi kalau nadanya cepat, lagi-lagi sudahlah…

Nah, di bawah ini ada beberapa tips untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris kita dalam sesi listening maupun speaking, yang dikutip dari http://www.tipsbelajarbahasainggris.com

-Mendengarkan lagu favorit berbahasa Inggris
-Menonton video Youtube berbahasa Inggris
-Biasakan mengobrol dalam bahasa Inggris
-Mendengarkan podcast orang bule
-Menonton acara atau berita televisi berbahasa Inggris

Semoga bermanfaat!

Kecanduan Obat Sakit Kepala?

Tulisan ini terinspirasi dari apa yang dialami oleh bapak saya sendiri. Beliau ini, sering mengeluh pusing, kepala berat, pandangan terasa berputar JIKA BELUM mengkonsumsi obat pereda sakit kepala.

Dan itu sudah berlangsung sejak lama, bertahun-tahun. Sehari saja tidak minum, beliau akan merasakan pusing yang menganggu aktifitas. Setelah meminum obat, barulah sakit kepala hilang.

Saya teringat, pernah membaca sebuah informasi bahwa mengkonsumsi obat bisa menyebkan kecanduan/ketergantungan.

Ternyata, bukan hanya obat-obatan terlarang saja lho yang bisa menyebabkan ketergantungan, seperti marijuana dan semacamnya. Obat pereda sakit biasa pun bisa, seperti obat-obatan yang dijual di warung atau apotik.

Contohnya seperti paracetamol. Dari beberapa sumber kesehatan resmi yang saya baca, salah satunya dari Halodoc.com, tubuh bisa mengalami ketergantungan/kecanduan terhadap obat adalah karena konsumsi berlebihan dan dalam jangka waktu yang lama. Karena tubuh telah terbiasa dengan kehadiran suatu obat, ketika kita memutuskan untuk berhenti mengkonsumsinya, tubuh akan menghasilkan reaksi berbeda, yang disebabkan oleh tidak terpenuhinya suatu zat kimia yang telah menjadi kebiasaan tubuh.

Jadi, kecanduan pada obat disebabkan karena penggunaan yang berlebihan. Seperti misalnya kita punya kebiasaan makan pakai tangan saja, maka akan terasa aneh ketika kita makan dengan alat bantu seperti sendok dan garpu. Itu karena sudah menjadi kebiasaan.

Bagi anda yang sudah terlanjur kecanduan, cara menghentikannya adalah dengan menghentikan penggunaan obat itu sendiri. Memang tidak mudah, butuh proses. Namun, lama-lama anda akan terbiasa.

Contohnya ketika anda merasa sakit kepala, jangan minum obat. Tapi, pakailah minyak angin atau minyak gosok untuk meredakan nyeri tersebut, lalu beristirahatlah sampai kondisi tidak terlalu sakit atau sakit telah hilang.

Nah, dari informasi tentang kecanduan obat tersebut, saya memilih jarang meminum obat ketika sakit. Misal ketika minggu kemarin saya merasa pusing, saya malah tidur sampai pusingnya hilang. Atau kalau sedang tidak enak badan, jika terpaksa, saya akan meminum obat herbal saja. Dan saya juga terus-menerus akan meminta bapak untuk menghentikan konsumsi obat pereda sakit kepala yang sudah bertahun-tahun itu.

Lagipula, obat-obatan kimia itu memiliki efek samping yang tidak baik untuk tubuh. Dan kecanduan ini berlaku untuk semua obat, bukan hanya obat sakit kepala.

Terima kasih!

Foto : Halodoc.com

Dilema Pantangan dan Petuah Tradisi Budaya. Percaya Takut Musyrik, Tidak Percaya Takut Kejadian

Foto : BisaKali.net

Malam ini rasanya gatal ingin menuliskan pemikiran yang sudah menggedor-gedor di kepala, meminta untuk segera dituangkan ke dalam aksara.

Kalau belum ditulis, rasanya kepikiran terus. Kurang tenang. Oke, mari kita bahas sedikit tentang dilema tradisi budaya.

Tulisan ini adalah isi dan keresahan hati saya. Jadi, dalam sebuah suku, pasti yang namanya tradisi, kebiasaan, pantangan, petuah dan sebagainya, ada kan?

Nah, saya sendiri yang memang berasal dari Suku Sunda asli, mengenal beragam adat yang saya tahu, apalagi dengan yang tidak diketahui, mungkin lebih banyak lagi. Seperti makanan, bahasa, busana khas…

Namun, di sini yang agak membuat saya resah adalah semacam pantangan dan petuah atau perkataan dalam tradisi budaya suku Sunda yang sering dikatakan para orang tua. Itu masih dipercaya sampai sekarang dan beberapa orang muda pun mempercayainya. Walaupun banyak juga yang sudah tidak peduli.

Sebagai orang beragama Islam, saya diajarkan oleh agama saya, bahwa dilarang melakukan hal-hal yang mengandung kesyirikan atau kemusyrikan. Yaitu hal-hal yang diyakini menyekutukan Allah. Sekalipun itu adalah kebudayaan dari suku sendiri.

Kita dilarang melakukan tradisi yang mengandung kemusyrikan, yang memang tidak ada di dalam hadits dan Al-qur’an.

Saya pun, cukup berpegang pada kitab suci soal menanggapi pantangan dalam tradisi budaya suku. Dan menolak keras jika itu bertentangan dengan hukum kitab suci.

Namun, terkadang saya pun merasa agak bimbang dan takut jika beberapa pantangan tersebut dilanggar.

Saya beri contoh beberapa :

Lanjutkan membaca “Dilema Pantangan dan Petuah Tradisi Budaya. Percaya Takut Musyrik, Tidak Percaya Takut Kejadian”

Penyebab Nyamuk Suka Terbang Dekat Telinga

Foto : Merdeka.com

Apa kita pernah bertanya kenapa sih, nyamuk suka sekali terbang di dekat telinga? Kan bikin kesel gitu. Sebal dengarnya!

Berasa digitarin, dibisikkin, dinyanyiin kuping kita:)

Ternyata eh ternyatu, ada alasannya nih, kenapa nyamuk begitu.

Dilansir dari https://m.liputan6.com/citizen6/read/3366819/terungkap-ini-alasan-kenapa-nyamuk-suka-terbang-di-sekitar-telinga

Salah satu penyebab nyamuk suka terbang di dekat telinga adalah, karena hawa panas.

Nyamuk adalah salah satu serangga yang mampu mendeteksi hawa panas. Sedangkan suhu di telinga memiliki suhu yang mirip dengan suhu tubuh inti. Itu artinya, suhu di sekitar telinga adalah area yang paling konstan dan lebih tinggi dibanding bagian tubuh lainnya.

Itulah salah satu alasan mengapa nyamuk suka terbang di sekitar telinga.

Oke terima kasih!

Pengalaman Operasi

Foto : RS Awal Bros

Salah satu pengalaman menyenangkan dalam hidup saya adalah, ketika harus melakukan sebuah operasi kecil di tangan.

Mulai dari pendaftaran yang lumayan ribet apalagi jalur BPJS. Disuruh puasa beberapa jam. Penyuntikan antibiotik. Nah, untuk penyuntikan antibiotik ini adalah yang paling sakit dibandingkan penyuntikan untuk memasang infus.

Lalu ketika masuk ke ruang operasi, baju semuanya dibuka, termasuk dalaman, dan diganti dengan baju khusus.

Ruangan operasi itu dingin dan baunya khas. Cahaya lampu sekitar remang dan hanya ada satu lampu yang sangat terang yang letaknya berada di atas meja operasi. Itu untuk memudahkan pekerjaan para dokter bedah.

Ketika saya dinaikkan ke atas meja operasi. Entah hanya perkiraan atau bukan, para dokter bedah itu tidak ada keraguan sama sekali. Mereka melihat manusia hidup, layaknya seperti objek biasa yang siap dieksekusi.

Eits, maksud saya di sini bukan berarti para dokter itu kejam ya. Setelah itu, salah satu dari mereka menyuntikkan obat bius ke selang infus saya.

Kebanyakan dokter bedah di RS Medika Dramaga itu laki-laki, yang perempuan cuma satu pas menangani saya. Dia menyiapkan seperangkat alat bedah berupa berbagai macam jenis pisau, gunting, jarum dll.

Dan rasa obat bius itu sedikit perih dan membuat berat mata juga kepala. Para dokter berkumpul dan mengecoh saya dengan menyebutkan nama-nama mobil, setelah itu, kesadaran saya hilang sepenuhnya.

Saya sadar sekitar satu jam kemudian. Tangan terasa berdenyut dan sakit. Pas saya tengok, ternyata tangan kanan sudah diperban. Saya juga sempat mendengar suara anak kecil menangis ketika hendak dioperasi. Mungkin dia takut.

Darah saya turun sampai rendah sekali, dokter menyarankan untuk memakai darah tambahan tapi saya menolak, dan lebih memilih tablet tambah darah.

Padahal yang sakit cuma tangan, tapi sesudah operasi saya malah seperti orang sakit beneran. Dan ini juga pertama kalinya saya memakan makanan khas pasien.

Bening, minim bumbu, penuh gizi. Telur rebus, tahu, tempe, sayur jagung-buncis dan banyak lagi. Enak, biarpun kurang rasa dan agak hambar. Ya kan makanan rumah sakit itu mengutamakan gizi dibanding rasa.

Buat saya, operasi gak seseram yang saya kira. Cuma ya ada rasa sakit-sakit sih sedikit. Ketika habis proses bedah, ketika disuntik, dimasukkan obat bius…dan saya lupa jumlah cairan infus yang saya habiskan hampir dua hari itu. Cukup banyak.

Ini adalah pengalaman termanis menurut saya.

Rainych Ran, Youtuber Peng-cover lagu Anime

Mengenal Rainych Ran, Youtuber Peng-cover lagu2 Anime

#FYI
#ShareInfo
#Tokoh

Bagi kalian, golongan orang2 penyuka anime, apalagi yang suka sama backsound-nya anime, pasti sudah banyak yang kenal tokoh youtuber yang satu ini kan?

Well, dia adalah kak Ran Widya atau lebih dikenal dengan nama Rainych Ran.

Cewek cantik bersuara lembut dan imut ini adalah youtuber asal Sumatera Barat, Indonesia. Tepatnya kalau dibilang sih, penyanyi di youtube.

Dia memiliki suara lembut nan imut, khas-nya menyanyikan lagu-lagi Anime. Atau dia juga bisa meng-cover lagu berbahasa inggrias ke bahasa jepang.

Seperti lagu Say So milik penyanyi Doja Cat yang diubahnya ke dalam bahasa jepang, dan mendapat pujian dari penyanyi aslinya.

Suara yang lembut khas kak Ran memang cocok banget untuk menyanyikan lagu2 anime.

Meskipun belum banyak dikenal di Indonesia, dia itu sudah banyak dipuji di luar negeri lho!

Dan baru-baru ini, dia juga berkolaborasi dengan musisi Jepang, yaitu TofuBeat untuk lagu Say So versi remix.

Eits, buat tambahan info, meskipun kak Ran ini secara fisik kelihatan seperti masih anak-anak, begitu juga suaranya sàat bernyanyi, namun jangan salah, usianya sudah dewasa lho. Sekitar 27 tahun.

Wah, awet muda ya kak.

Semangat berkarya untuk kita semua, yaa…

Foto : Google Image

Melihat Hasil Tanpa Melihat Usaha

Foto : dapat dari beranda fb. Lupa yang upload siapa.

“Nobody cares about your effort, only the result”

Sering dengar gak orang yang bilang lu mah enak, hidup lu serba ada!

Atau gini enak ya jadi dia. Mau apa-apa, pasti kebeli. Gak kayak kita, harus banting tulang dulu, susah!

Atau kamu beli mobil, terus temanmu bilang begini, wiss enak ya, bisa beli mobil!

Pernah dengar? Atau kamu mengalaminya sendiri?

Yap, itu adalah kata-kata dan pendapat orang yang suka menggampangkan.

Menggampangkan yang seperti apa?

Menggampangkan terhadap orang yang mereka rasa sudah ‘diatas’ mereka. Mereka pikir, semua yang didapat oleh orang-orang tersebut tanpa usaha? Tanpa kerja keras? Tanpa pengorbanan? Tanpa keringat, air mata?

Mereka pikir, orang sukses dan berhasil yang kelihatan wah itu, pake mantra ‘simsalabim’ terus sukses?

Mereka pikir, orang sukses itu tinggal menadahkan tangan ke langit, terus brug! Langsung dijatuhi mobil, uang, perusahaan, bisnis?

Ya ampun, wahai kaum tukang menggampangkan,

Apa kamu pikir segampang itu mendapatkan kesuksesan?

Noooo!

Tolong sadarlah! Atau mau saya pukul kepalamu biar sadar?

Sadarlah, bahwa sikapmu yang menggampangkan orang sukses dan berhasil itu, sangat menyebalkan!

Sadarlah, ini dunia, bukan negeri dogeng, yang semuanya sudah ada. Apa yang terbersit di hati, langsung ada di hadapan mata.

Sadarilah juga, bahwa orang sukses itu tidak punya kantong Doraemon, ataupun teko ajaib Aladin, yang tinggal bilang minta langsung dikabulkan detik itu juga.

Tidak, tidak, tidak. Tidak seperti itu!

Hey, rubahlah cara berpikirmu!

Di dunia ini, kalau mau apa-apa, ya harus berusaha dulu, baru dapat. Apalagi kalau mau sukses dan berhasil.

Sudah baca kisah Nabi Adam yang dikeluarkan dari surga?

Kalau sudah, kamu pasti tahu, sebelum dikeluarkan dari surga, Tuhan memberi tahu dia bahwa, dunia itu berbeda dengan surga. Di surga semua serba ada, mau apa-apa tidak harus berkeringat. Tapi kalau di dunia, untuk makan pun harus berusaha dulu, capek dulu.

Begitu bukan kira-kira?

Jadi buat kamu, para golongan yang suka menggampangkan orang sukses atau yang hidupnya kelihatan enak, tolong diubah cara berpikirnya.

Hidup mereka yang berhasil, bukan berarti tanpa perjuangan dan pengorbanan dulu.

Kita sadar memang, bahwa kebanyakan manusia selalu memandang keberhasilan seseorang tanpa melihat di balik layarnya. Tanpa melihat usahanya, perjuangannya, pengorbanannya…mereka hanya peduli keberhasilan yang tampak.

Dan lagi, saya mengerti bahwa kebanyakan manusia itu tidak peduli dengan usaha, hanya melihat hasilnya saja.

Maka jangan heran, jika cara berpikirmu seperti itu, biasanya kamu adalah orang yang malas berjuang, berkorban, berusaha, kerja keras untuk hal yang kamu mau.

Alasannya capek, susah, gak yakin.

Terus, lihat orang yang sudah sukses dengan entengnya bilang hidup mereka enak?

Sadar, bro.

Orang-orang sukses dan berhasil juga melewati masa sulit, kecewa, lelah, seperti yang kamu enggan menghadapinya itu.

Bedanya, mereka mau menghadapinya sedangkan kamu tidak.

Terus mau sukses tanpa usaha? Mimpi kamu!

Ingat, Tuhan udah bilang, siapa yang bersungguh-sungguh, maka dia akan berhasil.

Mau sukses ya berusaha.
Mau berhasil ya berjuang.

Bukan ongkang-ongkang kaki diam sambil makan popcorn. Kamu kira hidup ini film bioskop yang cuma ditonton tanpa harus diusahakan, diperjuangkan?

Bangun!

Buat situs web Anda di WordPress.com
Mulai